Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Puisi 3

  Dalam Bumi Gelap Tersihir, semua tertunduk karena malu Sesaat, untuk kemudian kembali terjaga dan bertelanjang Menari, mengucapkan mantra-mantra Terselubung, gelap beratap sinar dari api abadi Pantas saja Tuhan menjadi murka Dalam bumi gelap,suara tangis tidak menjadi satu-satunya bunyi Duka bukan pula satu-satunya rasa Dalam bumi yang gelap Manusia menjadi Tuhan untuk diri mereka sendiri

Puisi 2

  Ibu Sembilan bulan mengandung Melahirkan dengan bertaruh nyawa Menyusui hingga dua tahun lamanya Menjadi guru yang paling pertama tanpa upah pun rela Merawat, mengasuh, membesarkan… Setelah semua yang ibumu lakukan, apa masih pantas kau berani membantah?

Puisi 1

  Menaklukkan Rasa Sakit Dalam dunia yang gelap, nyatanya tidak semua memerlukan cahaya Dalam hamparan yang bisu, tidak semua telinga memerlukan alunan merdu Mata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panah Sayup-sayup musik tidak lagi penting, dalam hati telah bernyanyi lagu-lagu cambuk diri Untuk bersujud kami berjuang  Melawan mata peluru dan anak panah bermesi   Hanya untuk bertamu ke rumah Tuhan kami  Satu langkah mungkin saja kami hanya mendapatkannya hari ini Gerakan kecil membangunkan moncong meriam memilih kepala-kepala menempel tanah Seperti kesiaan kalian terus menabur  lelah memberikan sakit pada kaum kami  Tidak ada keraguan, tidak punya rasa takut, berdiri diatas duri, sujud meski meteor menghujani