Puisi 1

 

Menaklukkan Rasa Sakit

Dalam dunia yang gelap, nyatanya tidak semua memerlukan cahaya

Dalam hamparan yang bisu, tidak semua telinga memerlukan alunan merdu

Mata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panah

Sayup-sayup musik tidak lagi penting, dalam hati telah bernyanyi lagu-lagu cambuk diri

Untuk bersujud kami berjuang 

Melawan mata peluru dan anak panah bermesi

  Hanya untuk bertamu ke rumah Tuhan kami  Satu langkah mungkin saja kami hanya mendapatkannya hari ini

Gerakan kecil membangunkan moncong meriam memilih kepala-kepala menempel tanah

Seperti kesiaan kalian terus menabur  lelah memberikan sakit pada kaum kami

 Tidak ada keraguan, tidak punya rasa takut, berdiri diatas duri, sujud meski meteor menghujani

Komentar